Connect with us

VIRAL

Videonya Bermasalah, YouTube Setop Monetisasi Kreator dengan 34 Juta Subscribers Ini

Published

on

BERTEPATAN dengan Hari Media Sosial Sedunia yang jatuh kemarin (30/6), YouTube telah menghebohkan publik dunia dengan “demonetisasi” atau menghentikan sementara monetisasi kanal milik Shane Dawson. Keputusan itu menyusul reaksi negatif dari warganet atas sejumlah video Shane yang dinilai melanggar peraturan YouTube.

Salah satu video yang dimaksud itu diunggah enam tahun lalu di mana ia tampil depan kamera dengan wajah dicat hitam serta mengucapkan sejumlah kata-kata yang rasis. Kini Shane telah menghilang dari dunia maya atas perbuatannya yang dikecam banyak orang.

“Kami memiliki kebijakan yang jelas terhadap kebencian dan pelecehan. Kami selalu meninjau kembali dugaan baru pelanggaran pedoman komunitas saat ketika kami mendapatkan laporan, bahkan jika konten tersebut sudah tua. Kami mengambil tindakan tegas jika menilai pembuat video memiliki dampak negatif luas pada komunitas YouTube yang lebih luas,” ungkap YouTube melalui sebuah pernyataan.

Beberapa hari yang lalu Shane mengunggah video berjudul “Bertanggung Jawab” untuk menjawab kecaman publik yang dilontarkan terhadapnya. Dalam video itu, Dawson mengaku siap menerima konsekuensi dari kesalahannya di masa lalu, bahkan mengaku tak mempermasalahkan jika kehilangan popularitas dari para pengikutnya akibat kesalahan tersebut.

“Pada titik ini, aku menyadari bahwa banyak orang terluka karena tingkahkku. Hukuman yang setimpal untukku adalah kehilangan segalanya,” katanya.

Namun video berdurasi 20 menit itu tak mampu membuatnya terlepas dari permasalahan yang menimpanya. Kini tiga channel YouTube miliknya, yakni Shane, Shane Dawson TV, dan Shane Glossin yang total memiliki lebih dari 34 juta subscriber, telah berhenti dimonetisasi.

Sebagai informasi, monetisasi adalah di mana pemilik channel alias YouTuber menerima uang dari iklan yang tampil pada video yang dibuatnya. Ketika monetisasi dihentikan, komunitas YouTuber juga menyebutnya sebagai “adpocalypse” karena tidak diizinkan memasang iklan berbayar di video mereka, sehingga tak bisa menerima pendapatan.

Selain video rasis itu, YouTube juga menimbang momen di mana Shane sejak lama telah membuat lelucon tentang paedofilia dan membuat beberapa komentar yang mengganggu tentang anak-anak di bawah umur. Shane juga pernah membuat video di mana ia membacakan komentar kasar dari warganet terhadapnya, namun dengan bertingkah seperti Adolf Hitler.

Namun banyak warganet menilai video terburuk yang pernah dibuatnya adalah ketika Shane membuat video senonoh sebagai lelucon, yang membuatnya berseteru dengan aktor dan rapper Jaden Smith.

Meskipun pihak YouTube telah mengambil tindakan tegas, hukuman itu sepertinya tidak permanen. Sebelumnya, YouTube pernah membuat keputusan tegas pula ketika menghentikan monetisasi pada kanal milik Logan Paul selama beberapa minggu, akibat vlog “hutan bunuh diri” di Jepang di mana ia mencari dan menemukan jasad seseorang.

Source: commons.wikimedia.org

Source: commons.wikimedia.org

Tidak sedikit yang menduga YouTube tampaknya sedang membuatnya sebagai contoh bagi YouTuber lainnya untuk melindungi komunitas dan perusahaan. Sebab mayoritas dari video yang jadi bahan pertimbangan YouTube telah diunggah bertahun-tahun yang lalu, menimbulkan pertanyaan tentang mengapa pihaknya tidak mengambil tindakan sebelumnya ketika berkali-kali Shane terus memicu kontroversi di media sosial.

YouTuber lainnya seperti Jenna Marbles dan Liza Koshy, beberapa hari yang lalu juga ikut meminta maaf karena pernah menggunakan penggambaran rasis dan stereotip saat memainkan karakter dalam video mereka sebagai lelucon. Jenna mengumumkan dia akan meninggalkan YouTube minggu lalu, namun Shane belum mengatakan apa yang dia rencanakan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2020 Bahana.TV All Rights Reserved.